Senin, 23 Juni 2014

THE JOURNEY OF “BAJU KOTOR”


Baju kotor numpuk, tugas sekolah juga ngantri buat diselesaikan, belum lagi tuntutan sebagai siswa yang memiliki banyak organisasi. Sebagian besar siswa pasti mengalami kesulitan buat membagi waktu antara urusan sekolah dan urusan pribadinya. Misalnya dalam hal mencuci pakaian.. Naah, untuk meringankan beban tersebut, diantara banyaknya kegiatan, salah satu kebiasaan dari anak  SMAN 10 Samarinda yang berasrama di Kampus Melati adalah menyetor baju kotornya ke Laundry PT. MBK (Melati Bumi Kaltim).
Ironisnya, banyak diantara kita sebagai siswa-siswa pengguna jasa laundry yang nggak tau proses dan asal mulanya baju kotor yang kita setor ke laundry itu bisa jadi bersih. Disini, kita mau bagi-bagi informasi nih gimana sih prosesnya dan latar belakang baju bersih itu bisa sampai ke tangan kita. :D Okay, disimak yaa..


Pertama,



Baju-baju kita yang kotor dan mengandung bejuta bibit kuman itu disetor ke pegawai laundry yang setiap harinya datang ke asrama (bahkan bertanya kesetiap kamar).

Kedua,
Baju-baju yang telah disetorkan dikumpulkan dan di data oleh pegawai laundry atau biasa disebut proses tagging, yaitu menandai setiap baju sesuai nama dari si penyetor.
 

Ketiga,
Setelah itu, baju-baju yang telah di tandai akan dipilah berdasarkan warnanya, untuk baju yang berwarna putih, maka akan dipisahkan tempat mencucinya dengan baju yang berwarna lain, hal ini dilakukan agar baju yang berwarna putih tidak kelunturan dariwarnabaju yang lain.


Keempat,
Baju yang telah dipilah, dimasukkan ke mesin cuci sesuai warnanya.


Kelima,
Setelah di cuci tentunya dikeringkangan, tapi gak di jemuran. Dikeringkannya dengan mesin pengering.

Keenam,
Baju yang telah kering akan dipilah dan dikelompokkan dalam plastik-plastik sesuai nama yang tertera dibaju dan disesuaikan dengan data yang ada di nota.

Ketujuh,
Baju-baju yang telah dikelompokkan ke dalam plastik-plastik akan di setrika satu per satu, dan dipacking.


Kedelapan,
Baju siap disetor dan didistribusikan ke pelanggan pengguna jasa loundry.



Nah, itulah asal mula gimana prosesnya baju kotor kita bisa jadi bersih dan akhirnya sampai ke tangan kita. Informasi tersebut peniliti dapatkan dari hasil wawancara dengan salah satu pegawai yang paling  berpengalaman diantara pegawai laundry yang lain, yaitu Bapak Adi Rusman.

 Sayangnya, seperti kata pepatah, tidak ada gading yang tak retak, maka loundry PT. MBK ini pun tidak pernah luput dari kesalahan. Kesalahan- kesalahan ini pun sering menjadi komplain dari para siswa sehingga hal inilah yang menyebabkan kendala utama bagi loundry PT. MBK, seperti, pakaian yang tertukar-tukar, pakaian yang terlambat datang, dan lain-lain. Pak Adi mengemukakan bahwa kesalahan-kesalahan tersebut sudah mulai diperbaiki. Adapun penyebab dari tertukarnya baju adalah ketika terjadi proses tagging, terkdang baju memiliki nama ganda yang berbeda. Hal ini disebabkan siswa yang sering meminjam baju temannya. Pak Adi berharap kinerja pegawai akan semakin baik dan dapat memuaskan siswa sehingga dapat mengembalikan kepercayaan yang sekarang ini memudar.


Angkatan XVI
Atika Husnul Khotimah
Dyah Amallia Dinni
Siti Aisyah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar