Baju kotor numpuk, tugas sekolah juga
ngantri buat diselesaikan, belum lagi tuntutan sebagai siswa yang memiliki
banyak organisasi. Sebagian besar siswa pasti mengalami kesulitan buat membagi
waktu antara urusan sekolah dan urusan pribadinya. Misalnya dalam hal mencuci
pakaian.. Naah, untuk meringankan beban tersebut, diantara banyaknya kegiatan,
salah satu kebiasaan dari anak SMAN 10
Samarinda yang berasrama di Kampus Melati adalah menyetor baju kotornya ke
Laundry PT. MBK (Melati Bumi Kaltim).
Ironisnya, banyak diantara kita
sebagai siswa-siswa pengguna jasa laundry yang nggak tau proses dan asal
mulanya baju kotor yang kita setor ke laundry itu bisa jadi bersih. Disini,
kita mau bagi-bagi informasi nih gimana sih prosesnya dan latar belakang baju
bersih itu bisa sampai ke tangan kita. :D Okay, disimak yaa..
Pertama,
Baju-baju kita yang kotor dan mengandung bejuta bibit kuman itu disetor ke pegawai laundry yang setiap harinya datang ke asrama (bahkan bertanya kesetiap kamar).
Kedua,
Baju-baju yang telah disetorkan dikumpulkan dan di
data oleh pegawai laundry atau biasa disebut proses tagging, yaitu menandai setiap baju sesuai nama dari si penyetor.
Ketiga,
Setelah itu, baju-baju yang telah di tandai akan
dipilah berdasarkan warnanya, untuk baju yang berwarna putih, maka akan
dipisahkan tempat mencucinya dengan baju yang berwarna lain, hal ini dilakukan
agar baju yang berwarna putih tidak kelunturan dariwarnabaju yang lain.
Keempat,
Baju yang telah dipilah, dimasukkan ke mesin cuci sesuai
warnanya.
Kelima,
Setelah di cuci tentunya
dikeringkangan, tapi gak di jemuran. Dikeringkannya dengan mesin pengering.
Keenam,
Baju yang telah kering akan
dipilah dan dikelompokkan dalam plastik-plastik sesuai nama yang tertera dibaju
dan disesuaikan dengan data yang ada di nota.
Ketujuh,
Baju-baju yang telah dikelompokkan ke dalam plastik-plastik akan di setrika satu per satu, dan dipacking.
Baju-baju yang telah dikelompokkan ke dalam plastik-plastik akan di setrika satu per satu, dan dipacking.
Kedelapan,
Baju siap disetor dan
didistribusikan ke pelanggan pengguna jasa loundry.
Nah, itulah asal mula gimana prosesnya baju kotor kita
bisa jadi bersih dan akhirnya sampai ke tangan kita. Informasi tersebut
peniliti dapatkan dari hasil wawancara dengan salah satu pegawai yang
paling berpengalaman diantara pegawai
laundry yang lain, yaitu Bapak Adi Rusman.
Sayangnya, seperti kata pepatah,
tidak ada gading yang tak retak, maka loundry PT. MBK ini pun tidak pernah
luput dari kesalahan. Kesalahan- kesalahan ini pun sering menjadi komplain dari
para siswa sehingga hal inilah yang menyebabkan kendala utama bagi loundry PT.
MBK, seperti, pakaian yang tertukar-tukar, pakaian yang terlambat datang, dan
lain-lain. Pak Adi mengemukakan bahwa kesalahan-kesalahan tersebut sudah mulai
diperbaiki. Adapun penyebab dari tertukarnya baju adalah ketika terjadi proses tagging, terkdang baju memiliki nama
ganda yang berbeda. Hal ini disebabkan siswa yang sering meminjam baju
temannya. Pak Adi berharap kinerja pegawai akan semakin baik dan dapat
memuaskan siswa sehingga dapat mengembalikan kepercayaan yang sekarang ini
memudar.
Atika Husnul Khotimah
Dyah Amallia Dinni
Siti Aisyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar