Selasa, 31 Desember 2013

Tidur Efektif, Badan Sehat, Prestasi Dapat


“Kok masih lesu ya, perasaan udah tidur semaleman, tidur siang juga gak pernah ketinggalan. Tapi, dikelas kok gak semangat gini? Guru ngejelasin bukannya ngerti malah tambah ngantuk. Apa memang tubuhku yang gak bener ya?”

****
Pertanyaan dan kasus diatas merupakan contoh kasus yang kerap dialami pelajar khususnya yang memiliki aktivitas berlebih, sehingga waktu tidurnya tidak dapat dikontrol dengan baik. Waktu tidur yang kurang efektif atau justru berlebih akan berdampak tidak baik bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh. Banyak orang yang mengesampingkan menagement waktu tidur yang baik dan berpikir hanya sebatas “yaang penting bisa tidur” tanpa mempertimbangkan keefektifan serta manfaat dari tidur itu sendiri bagi kesehatan. Karena pada dasarnya tidur yang baik bukan dinilai dari seberapa lama durasi dari tidur yang kita lakukan, tetapi lebih ke arah kualitas tidur kita.
Dalam Islam kecintaan Allah kepada hamba-Nya, terlihat dari cara Allah menunjukkan kepada kita bagaimana tatacara tidur yang baik dan mendukung kesehatan manusia, hal ini terlihat dari sikap Rasulullah SAW. Kepedulian Allah ini tergambar dari firman-Nya “Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.” (Qs. al-Furqaan : 47).

Waktu Tidur yang Baik

Dari hasil penelitian tidur yang paling baik adalah tidur dengan tenggang waktu antara 5-6 jam per hari buat orang dewasa. Rasulullah mencontohkan agar tidur lebih awal dan bangun lebih awal pula. Rasulullah menganjurkan agar mengurangi perbincangan selepes shalat isya dan mempercepat tidur, apabila yang diperbincangkan adalah hal yang tidak penting maka sebaiknya tidak sama sekali dan menyegerakan tidur.
Tidur diwaktu sehabis subuh, setelah ashar, dan sebelum isya juga tidak dianjurkan bahkan dianjurkan untuk tidak dilakukan karena dapat mengakibatkan cepat lupa ( red : pikunan).
Hadis dari Abu Barzah menerangkan bahwasanya “Rasulullah membenci tidur sebelum Isya’ dan bercakap-cakap setelahnya” ( Hadis riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)). Al Hazh Ibnu Hajar menerangkan bahwa dibencinya tidur sebelum Isya’ karena dapat melalaikan pelakunya dari shalat Isya’ hingga keluar waktunya, adapun bercakap-cakap setelahnya yang tidak ada manfaatnya, dapat menyebabkan tidur hingga sholat subuh, dan luput dari sholat malam.
Bagi pelajar waktu tidur yang baik adalah sekitar jam 8 atau jam 10 malam dan bangun pada jam 1 dini hari. Dari jam 1 sampai jam 3 bisa dipakai belajar atau mempersiapkan untuk pelajaran besok ketika masuk sekolah. Setelah itu dilanjutkan dengan sholat qiyamul lail dan mendekatkan diri dengan Allah SWT. Selanjutnya bisa digunakan untuk mempersiapkan diri menunggu sholat subuh atau olahraga ringan agar badan tetap sehat dan bugar.

Posisi Tidur yang Baik

    Tidak hanya waktu tidur yang diatur dalam Islam, posisi tidur pun Rasulullah SAW telah menunjukan bagaiamana posisi yang baik.

Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.”
(HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
 “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.”
(HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
 “Apabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalian untuk shalat kemudian berbaringlah kesisi kanan!”
(HR. Bukhari 247 dan Muslim 2710)

Dari beberapa hadis diatas diterangkan bahwa Rasulullah menganjurkan agar kita tidur dengan posisi miring kearah kanan, hal tersebut agar pernapasan kita pada saat tidur tidak tertahan oleh berat tubuh, karena jantung kita berada di sisi kiri. Pernapasan yang tidak tertahan ini mengakibatkan aliran oksigen dapat dengan lancar ke otak. Selain itu, Rasulullah juga menereangkan bahwa seburuk-buruknya tidur adalah dengan posisi telungkup karena jika kita tidur dengan posisi tersebut maka organ dalam tubuh kita yang terletak dibagian perut akan tertindih dan menahan aliran pernapasan.

Tips Seputar Tidur


1.   Tetapkan waktu tidur yang teratur — cobalah untuk pergi tidur pada waktu yang sama tiap malamnya dan bangun pada waktu yang sama tiap pagi sehingga tubuh dapat menyesuaikan dengan pola yang ritmis.

2.   Tenangkan diri sebelum pergi tidur — Hentikan aktivitas yang bisa meningkatkan kesiagaan mental atau fisik (misalnya bekerja atau olahraga) 20-30 menit sebelum waktu tidur dan lakukan aktivitas yang menenangkan seperti membaca, mandi air hangat, atau meditasi.


3.   Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman — Kamar sebaiknya cukup gelap, tenang, bebas gangguan, dan tidak terlalu panas.
4.   Buatlah kamar tidur hanya untuk tidur — Menonton TV dilakukan di ruang lain dan hindari diskusi tentang pekerjaan atau masalah-masalah lain di tempat tidur.

5.   Jangan merasa khawatir saat berada di tempat tidur — Jika anda tidak bisa tidur karena memikirkan semua yang harus dilakukan pada pagi hari, bangunlah dan buat daftar, dan biarkan kertas itu yang menjadi tumpahan semua masalah pada malam hari. Jika anda memiliki masalah lain, selesaikanlah dan tidurlah.


6.   Hindari alkohol, kafein, dan rokok — Alkohol yang terlalu banyak mungkin akan membuat anda mengantuk, tetapi sesungguhnya akan mengganggu pola tidur dan mimpi normal. Kafein pada sore hari tidak direkomendasikan untuk orang yang sensitif dengan efek stimulannya, dan nikotin dapat merusak ritme hidup normal anda.

7.   Olahraga teratur — Olahraga secara teratur selama 20-30 menit sebanyak 3-4 kali seminggu akan meningkatkan kualitas tidur anda. Untuk menghindari terlalu siaga, jangan melakukan olahraga berat dalam waktu 3 jam sebelum tidur.


8.   Minumlah obat yang tepat — Banyak obat yang menyebabkan anda mudah atau sulit tidur. Obat-obatan seperto pil tidur bisa merusak siklus tidur yang efektif, dan beberapa obat lain juga bisa mengganggu tidur. Diskusikan obat-obatan yang anda minum dengan dokter untuk mengetahui efeknya terhadap kemampuan tidur anda.

9.   Konsultasi dengan dokter — Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika mengalami, atau jika teman anda memperhatikan gejala-gejala sleep apnea, seperti: mengorok, sesak napas sampai terbangun, adanya henti napas saat tidur,  dan mengantuk yang berlebihan pada siang hari.


Tidur Berlebihan       

        Bagi sebagian orang, ada yang mengalami gangguan dalam tidurnya. Gangguan dalam tidur ini meliputi susah tidur atau biasa disebut dengan insomnia. Adapula sebagian orang yang mengalami kelebihan tidur atau tidur yang terlalu banyak, biasanya dialami pelajar khususnya yang memiliki aktivitas banyak disekolah. Penyebab umum adanya tidur berlebihan antara lain adalah akibat stress, kurangnya disiplin diri atau kurang tidur dalam rentang beberapa hari. Dari akibat sementara diatas merupakan hal-hal yang sifatnya masih bisa diatasi. Tapi ada beberapa penyebab yang harus ditangani secara klinis.
Penyakit yang menyebabkan terlalu banyak tidur atau sering disebut hipersomnia antara lain adalah :
·         Sleep Apnea

Sleep Apnea merupakan gangguan tidur berupa kesulitan bernapas dan dapat menyebabkan rasa lelah sehingga dapat mengakibatkan tidur yang panjang, bahkan dapat mencapai durasi 10 jam. keadaan ini sangat berbahaya apabila penderita merasa mulai mengantuk ketika sedang mengemudi atau dan di tempat kerja, bahkan terkadang penderita tidak menyadari tentang penyakit yang ia alami ini. Sehingga tidak dapat diambil langkah untuk mencegahnya.

·         Narkolepsi

Penyakit ini lebih mengarah ke bagian otak yaitu neuron yang fungsinya mengontrol tidur. Orang yang menderita penyakit ini tidak dapat membedakan antara waktu untuk tidur dan waktu untuk tetap terjaga. Penderita dapat tertidur dimana saja dan kapan saja, mereka bisa tertidur selama beberapa detik dan ketika terbangun merasa energik, namun tidak berlangsung lama dan merasa ngantuk kembali. Penyakit ini terjadi akibat kekurangan protein yang disebut hypocretin.

Efek dari Tidur Berlebihan


Adapun masalah kesehatan yang diakibatkan karena tidur berlebihan. Berikut merupakan dampak dan efek samping dari tidur berlebihan.
·         Banyak dokter percaya bahwa tidur terlalu banyak dapat menyebabkan sakit punggung.
·         Tidur berlebihan selama siang hari atau tidur yang terganggu pada malam hari dapat menyebabkan sakit kepala.
·          Menyebabkan menjadi kurang aktif. Kurangnya olahraga atau aktivitas fisik di siang hari bisa menyebabkan berat badan bertambah.
·          Tidur terlalu banyak dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan masalah jantung koroner.
·         Studi tertentu menyatakan bahwa orang yang cenderung kelebihan tidur memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi.
·         Orang-orang yang cenderung tidur lebih dari sembilan jam setiap malam memiliki risiko lima puluh persen lebih besar terkena diabetes, dibandingkan mereka yang tidur tujuh jam setiap malam
Nah hal-hal diatas merupakan segala yang berkaitan dengan tidur dan masalah-masalah yang biasa dihadapi  pelajar mengenai tidur. Semoga bisa bermanfaat dan dapat di aplikasikan di kehidupan sehari-hari guna meningkatkan kualitas tidur agar dapat menjadi pribadi yang sehat dan berprestasi.

           







 sumber :






Tidak ada komentar:

Posting Komentar