“Kok masih lesu ya, perasaan udah tidur semaleman, tidur siang juga gak pernah ketinggalan. Tapi, dikelas kok gak semangat gini? Guru ngejelasin bukannya ngerti malah tambah ngantuk. Apa memang tubuhku yang gak bener ya?”
****
Pertanyaan
dan kasus diatas merupakan contoh kasus yang kerap dialami pelajar khususnya
yang memiliki aktivitas berlebih, sehingga waktu tidurnya tidak dapat dikontrol
dengan baik. Waktu tidur yang kurang efektif atau justru berlebih akan berdampak
tidak baik bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh. Banyak orang yang
mengesampingkan menagement waktu tidur yang baik dan berpikir hanya sebatas
“yaang penting bisa tidur” tanpa mempertimbangkan keefektifan serta manfaat
dari tidur itu sendiri bagi kesehatan. Karena pada dasarnya tidur yang baik
bukan dinilai dari seberapa lama durasi dari tidur yang kita lakukan, tetapi
lebih ke arah kualitas tidur kita.
Dalam
Islam kecintaan Allah kepada hamba-Nya, terlihat dari cara Allah menunjukkan
kepada kita bagaimana tatacara tidur yang baik dan mendukung kesehatan manusia,
hal ini terlihat dari sikap Rasulullah SAW. Kepedulian Allah ini tergambar dari
firman-Nya “Dialah yang menjadikan untukmu malam
(sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk
bangun berusaha.” (Qs. al-Furqaan : 47).
Waktu Tidur yang Baik
Dari hasil penelitian tidur yang paling baik adalah tidur
dengan tenggang waktu antara 5-6 jam per hari buat orang dewasa. Rasulullah
mencontohkan agar tidur lebih awal dan bangun lebih awal pula. Rasulullah
menganjurkan agar mengurangi perbincangan selepes shalat isya dan mempercepat
tidur, apabila yang diperbincangkan adalah hal yang tidak penting maka
sebaiknya tidak sama sekali dan menyegerakan tidur.
Tidur diwaktu sehabis subuh, setelah ashar, dan sebelum isya
juga tidak dianjurkan bahkan dianjurkan untuk tidak dilakukan karena dapat
mengakibatkan cepat lupa ( red : pikunan).
Hadis dari Abu Barzah menerangkan bahwasanya “Rasulullah
membenci tidur sebelum Isya’ dan bercakap-cakap setelahnya” ( Hadis riwayat Al-Bukhari
No. 568 dan Muslim No. 647 (235)). Al Hazh Ibnu Hajar menerangkan bahwa
dibencinya tidur sebelum Isya’ karena dapat melalaikan pelakunya dari shalat
Isya’ hingga keluar waktunya, adapun bercakap-cakap setelahnya yang tidak ada
manfaatnya, dapat menyebabkan tidur hingga sholat subuh, dan luput dari sholat
malam.
Bagi pelajar waktu tidur yang baik adalah sekitar jam 8 atau
jam 10 malam dan bangun pada jam 1 dini hari. Dari jam 1 sampai jam 3 bisa
dipakai belajar atau mempersiapkan untuk pelajaran besok ketika masuk sekolah. Setelah
itu dilanjutkan dengan sholat qiyamul lail dan mendekatkan diri dengan Allah
SWT. Selanjutnya bisa digunakan untuk mempersiapkan diri menunggu sholat subuh
atau olahraga ringan agar badan tetap sehat dan bugar.
Posisi Tidur yang Baik
Tidak hanya waktu tidur yang
diatur dalam Islam, posisi tidur pun Rasulullah SAW telah menunjukan bagaiamana
posisi yang baik.
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.”
(HR. Al-Bukhari
no. 247 dan Muslim no. 2710)
“Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah
pipi kanannya.”
(HR. Abu Dawud
no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
“Apabila
kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalian
untuk shalat kemudian berbaringlah kesisi kanan!”
(HR. Bukhari 247
dan Muslim 2710)
Dari beberapa hadis diatas diterangkan bahwa Rasulullah menganjurkan
agar kita tidur dengan posisi miring kearah kanan, hal tersebut agar pernapasan
kita pada saat tidur tidak tertahan oleh berat tubuh, karena jantung kita
berada di sisi kiri. Pernapasan yang tidak tertahan ini mengakibatkan aliran
oksigen dapat dengan lancar ke otak. Selain itu, Rasulullah juga menereangkan
bahwa seburuk-buruknya tidur adalah dengan posisi telungkup karena jika kita
tidur dengan posisi tersebut maka organ dalam tubuh kita yang terletak dibagian
perut akan tertindih dan menahan aliran pernapasan.
Tips Seputar Tidur
1.
Tetapkan waktu tidur yang
teratur — cobalah untuk pergi tidur pada waktu yang sama tiap malamnya dan
bangun pada waktu yang sama tiap pagi sehingga tubuh dapat menyesuaikan dengan
pola yang ritmis.
2.
Tenangkan diri sebelum
pergi tidur — Hentikan aktivitas yang bisa meningkatkan kesiagaan mental atau
fisik (misalnya bekerja atau olahraga) 20-30 menit sebelum waktu tidur dan
lakukan aktivitas yang menenangkan seperti membaca, mandi air hangat, atau
meditasi.
3.
Ciptakan lingkungan tidur
yang nyaman — Kamar sebaiknya cukup gelap, tenang, bebas gangguan, dan tidak
terlalu panas.
4.
Buatlah kamar tidur hanya
untuk tidur — Menonton TV dilakukan di ruang lain dan
hindari diskusi tentang pekerjaan atau masalah-masalah lain di tempat tidur.
5.
Jangan merasa khawatir saat
berada di tempat tidur — Jika anda tidak bisa tidur karena memikirkan semua yang
harus dilakukan pada pagi hari, bangunlah dan buat daftar, dan biarkan kertas
itu yang menjadi tumpahan semua masalah pada malam hari. Jika anda memiliki
masalah lain, selesaikanlah dan tidurlah.
6.
Hindari alkohol, kafein,
dan rokok — Alkohol yang terlalu banyak mungkin akan membuat anda mengantuk,
tetapi sesungguhnya akan mengganggu pola tidur dan mimpi normal. Kafein pada
sore hari tidak direkomendasikan untuk orang yang sensitif dengan efek
stimulannya, dan nikotin dapat merusak ritme hidup normal anda.
7.
Olahraga teratur — Olahraga
secara teratur selama 20-30 menit sebanyak 3-4 kali seminggu akan meningkatkan
kualitas tidur anda. Untuk menghindari terlalu siaga, jangan melakukan olahraga
berat dalam waktu 3 jam sebelum tidur.
8.
Minumlah obat yang tepat —
Banyak obat yang menyebabkan anda mudah atau sulit tidur. Obat-obatan seperto
pil tidur bisa merusak siklus tidur yang efektif, dan beberapa obat lain juga
bisa mengganggu tidur. Diskusikan obat-obatan yang anda minum dengan dokter
untuk mengetahui efeknya terhadap kemampuan tidur anda.
9.
Konsultasi dengan dokter —
Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika mengalami, atau jika teman anda
memperhatikan gejala-gejala sleep apnea, seperti: mengorok, sesak
napas sampai terbangun, adanya henti napas saat tidur, dan mengantuk yang
berlebihan pada siang hari.
Tidur Berlebihan
Bagi sebagian orang, ada yang mengalami gangguan
dalam tidurnya. Gangguan dalam tidur ini meliputi susah tidur atau biasa
disebut dengan insomnia. Adapula sebagian orang yang mengalami kelebihan tidur
atau tidur yang terlalu banyak, biasanya dialami pelajar khususnya yang
memiliki aktivitas banyak disekolah. Penyebab umum adanya tidur berlebihan
antara lain adalah akibat stress, kurangnya disiplin diri atau kurang tidur
dalam rentang beberapa hari. Dari akibat sementara diatas merupakan hal-hal
yang sifatnya masih bisa diatasi. Tapi ada beberapa penyebab yang harus
ditangani secara klinis.
Penyakit yang
menyebabkan terlalu banyak tidur atau sering disebut hipersomnia antara lain
adalah :
·
Sleep Apnea
Sleep Apnea
merupakan gangguan tidur berupa kesulitan bernapas dan dapat menyebabkan rasa
lelah sehingga dapat mengakibatkan tidur yang panjang, bahkan dapat mencapai
durasi 10 jam. keadaan ini sangat berbahaya apabila penderita merasa mulai
mengantuk ketika sedang mengemudi atau dan di tempat kerja, bahkan terkadang
penderita tidak menyadari tentang penyakit yang ia alami ini. Sehingga tidak
dapat diambil langkah untuk mencegahnya.
·
Narkolepsi
Penyakit ini
lebih mengarah ke bagian otak yaitu neuron yang fungsinya mengontrol tidur.
Orang yang menderita penyakit ini tidak dapat membedakan antara waktu untuk
tidur dan waktu untuk tetap terjaga. Penderita dapat tertidur dimana saja dan
kapan saja, mereka bisa tertidur selama beberapa detik dan ketika terbangun
merasa energik, namun tidak berlangsung lama dan merasa ngantuk kembali.
Penyakit ini terjadi akibat kekurangan protein yang disebut hypocretin.
Efek dari Tidur Berlebihan
Adapun masalah
kesehatan yang diakibatkan karena tidur berlebihan. Berikut merupakan dampak
dan efek samping dari tidur berlebihan.
·
Banyak dokter percaya bahwa tidur terlalu banyak
dapat menyebabkan sakit punggung.
·
Tidur berlebihan selama siang hari atau tidur yang
terganggu pada malam hari dapat menyebabkan sakit kepala.
·
Menyebabkan
menjadi kurang aktif. Kurangnya olahraga atau aktivitas fisik di siang hari
bisa menyebabkan berat badan bertambah.
·
Tidur
terlalu banyak dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan masalah
jantung koroner.
·
Studi tertentu menyatakan bahwa orang yang
cenderung kelebihan tidur memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi.
·
Orang-orang yang cenderung tidur lebih dari
sembilan jam setiap malam memiliki risiko lima puluh persen lebih besar terkena
diabetes, dibandingkan mereka yang tidur tujuh jam setiap malam
Nah hal-hal diatas merupakan segala yang berkaitan dengan tidur dan
masalah-masalah yang biasa dihadapi
pelajar mengenai tidur. Semoga bisa bermanfaat dan dapat di aplikasikan
di kehidupan sehari-hari guna meningkatkan kualitas tidur agar dapat menjadi
pribadi yang sehat dan berprestasi.
sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar