Waktu hidup kita di dunia ini tidak
selamanya. Segala yang berawal pastilah juga akan berakhir. Waktu kita untuk
dapat berbuat baik dengan sesama di dunia ini juga memiliki batas waktu.
Manusia. Merupakan makhluk Allah
SWT yang dikodratkan memiliki rasa ingin selalu berkompetisi. Bahkan kita
dilahirkan di dunia ini pun juga setelah berkompetisi. Karena kita juaranya.
Kitalah yang merasakan bagaimana nikmat Allah begitu sempurna didunia ini.
Allah juga menyeru manusia untuk selalu berkompetisi terutama dalam hal
kebaikan. Seperti Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 148 :
قَدِيرٌ
شَيْءٍ كُلِّ عَلَى اللَّهَ نَّ إِ اجَمِيعًاللَّهُ بِكُمُ يَأْتِ تَكُونُوا أَيْنَمَا
الْخَيْرَاتِ فَاسْتَبِقُوا مُوَلِّيهَا هُوَ وِجْهَةٌ وَلِكُلٍّ
“Dan
bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya sendiri yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah
dalam membuat kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan
kamu sekalian pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu.”
Dalam firman Allah tersebut dijelaskan bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan selama kita hidup di dunia ini akan mendapatkan balasan yang sesuai di akhirat. Selanjutnya Allah SWT akan mengumpulkan kita semua di suatu tempat di akhirat kelak.
Saat ini, banyak sekali lahan bagi kita untuk berbuat baik dan mengamalkan firman Allah SWT tersebut. Allah SWT memberikan kesempatan untuk manusia baik itu dengan jalan habluminannas ataupun habluminnallah. Habluminnallah dapat ditemput dengan shalat, zakat, puasa, dan lain-lain. Semuanya merupakan sarana bagi kita untuk dapat berlomba dalam kebaikan. Dalam hal sesama, jika kita peka terhadap lingkungan, masih banyak saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Kita dapat membantu mereka. Meringankan beban mereka. Selagi kita masih diberi kesempatan untuk berbuat kebaikan di dunia ini.
Adapun keuntungan orang yang berbuat baik, hal ini tertera dalam firman Allah SWT dalam surah Fatir ayat 32 :
“ Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang mendzalimi diri senddiri, ada yang pertengahan, dan ada pula yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar”
Adapun 3 golongan umat Nabi Muhammad SAW,
antara lain :
- Golongan Zalimun Linafsihi, yaitu mereka yang menzolimi diri sendiri dengan tidak menjalankan perintah Allah SWT dan lebih sering mengerjakan apa yang dilarang oleh Allah.
- Golongan Muqtasidun, yaitu mereka yang berada di jalan tengan. Artinya mereka menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup tetapi masih banyak melakukan kesalahan. Selain banyak menjalankan perintah Allah SWT mereka juga banyak melakukan hal yang dilaarang oleh Allah SWT.
- Golongan Sabiqun Bilkhairat, mereka inilah orang-orang yang selalu berusaha menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Mereka adalah orang-orang yang selalu berusaha dan berlomba dalam berbuat kebaikan dan menghindari apa yang Allah SWT haramkan. Allah SWT telah menjanjikan kenikmatan yang luar biasa bagi golongan ini. Golongan ini merupakan golongan orang-orang yang beruntung, selain mendapat karunia besar dari Allah SWT mereka juga menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup serta melakukan perbuatan baik dengan ikhlas karena Alla SWT.
Semoga kita semua termasuk kedalam orang-orang yang beruntung. Dan semoga ilmu ini dapat bermanfaat.
Akhirul kalam,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar