Sabtu, 03 Januari 2015

KHAFILAH ALFATIHAH RANGKUMAN


Bermula dari datangnya surat misterius yang menggemparkan kampung Tinggar. Surat itu berisi :
Assalamuaikum warahmatullah wabarakatuh
Semoga kamu tidak terkejut menerima surat ini.
Aku adalah sosok kesepian. Mungkin kamu kaget. Tapi, begitulah adanya. Penyanjungku banyak, sangat banyak-bahkan di negeri ini, juga di Lombok. Jumlahnya berjubel-tapi sebagian besar mereka jarang menemaniku. Jangankan setiap hari atau sekali seminggu, sekali setahunpun mereka jarang menyapaku, kecuali dalam sholat.
Hanya segelintir, ya, kelompok sangat kecil, yang berusaha tetap setia menyapaku. Mereka menegurku dengan benng jiwa mereka. Tak apalah, walau mereka menyapaku saat jiwa mereka dilanda dilanda kesedihan. Aku tetap bahagia, tersenyum melihat mereka. Tapi aku selalu merasa ada yang kurang. Bahkan, seolah ada tembok yang memisahkanku dengan mereka. Kami tidak bisa saling icara, dari hati ke hati. Ketika kami duduk berdua, tak ada kata terucap. Hanya embus angin terdengar. Aku sangat memahami kemasygulan jiwa mereka, tapi mereka tak menangkap api semangatku. Aku menyesali situasi ini. tapi aku juga tak tau harus melakukan apa.
Aku sudah berusaha berbicara dengan bahasa mereka, tetapi tetap saja mereka memaksakan diri berbicara dengan bahasa ibuku, bahasa pertamaku, alau mereka tidak paham. Padahal, aku tidak pernah mewajibkan mereka berbicara dengan bahasa ibuku. Dan berkali-kali kukatakan bahwa aku dapat berbicara dengan bahasa kedua, ketiga, dan seterusnya sebaik bahasa pertamaku. Bahasa pertamaku adalah bahasa ibuku, tetapi aku tidak pernah menganggap bahasa pertamaku sebagai bahasa yang wajib mereka pahami. Semua bahasa bagiku sama, karena aku bisa berbicara dengan bahasa apa saja. Karena semua bahasa asalnya satu. Aku dan bahasa-bahasa itu adalah satu. Satu yang sama.
Kadang-kadang terlintas pikiran berikut. Entahlah, mungkin ini jadi salah satu sebabnya. Atas nama cinta mereka kepadaku mereka membuat syarat yang ketat agar orang tidak sembarangan berbicara denganku.mereka harus melalui berbagai saringan kemampuan untuk memastikan bahwa orang yang berbicara denganku adalah terpilih, memiliki standard kecerdasan tertentu, dan yang paling layak. Tentu, aku merasa bangga. Tersanjung. Kuucapkan banyak terima kasih kepada mereka.
Tetapi sesuatu yang mungkin tak terpikirkan sebelumnya terjadi: tiba-tiba aku merasa sedih karena orang-orang malah menjauhiku. Mereka takut mendekat, karena merasa tak layak. Mereka tak berani bicara langsung kepadaku. Kalaupun bicara, mereka tak duduk disampingku, mereka berjarak beberapa hasta dariku, dengan kepala tertunduk, tidak berani mendekat, apalagi menatapku. Aku benar-benar kesepian.
Padahal aku sangat ingin duduk berdampingan dengan mereka, membelai, menatap, melamuri mereka dengan cahaya agar bisa memahami apa yang sungguh kuinginkan., meskipun dengan terbata-bata.
Aku sudah berkali-kali katakan bahwa aku datang untuk semua lapisan manusia, semua tingkat kecerdasan. Aku datang untuk para kepala negara, para diplomat, para ilmuwan dan cerdik pandai, pengusaha, penulis, wartawan, materi, dan lain-lain. Tetapi aku juga datang untuk para pedagang di pasar-pasar, para nelayan di lautan, dan para petani disawah. Aku pun datang untuk para buruh, juga para kuli. Aku datang untuk semuanya. Aku membuka diri untuk siapa saja, bahkan bagi mereka yang sampai saat ini membenciku, tak menerima kehadiranku. Maka, datanglah kepadaku. Jangan khawatirkan segala persyaratan itu.
Melalui surat terbuka menyampaikan ini, aku mohon bantuanmu, juga teman-temanmu, untuk kepada siapa saja bahwa aku hadir untuk kalian semua, tanpa peduli ras, warna kulit, tingkat kecerdasan, bahkan agama kalian. Darimanapun kalian berasal, datanglah, datanglah. Aku disini untuk semuanya.
Sekian dulu surat pertamaku. Nanti kita sambung lagi. Semoga damai dan kasih sayang Allah yang menyayangi dan Mencintai tercurahmu. Untukmu, selalu. Amin.
Dari surat itu, hati dari beberapa orang yang ada di Kampung Tinggar tersebut. Beberapa dari mereka termasuk Miq Saeni, salah satu tokoh yang ada di kampung Tinggar, dan kawan-kawannya berusaha untuk merubah cara tadarussan mereka, merubah cara mereka dalam memahami dan mempelajari Al-Quran. Mereka menempuhnya dengan cara berdiskusi dan salaing melengkapi dalam membahas satu-persatu dari makna yang terkandung dalam Kitabullah, Al-Quran.




Pintu ke-6 Kesuksesan.
Tuhan, bentangkan dihadapan kami jalan yang lurus, jalan kebenaran. (Terjemahan Maknawiyah QS Al-Fatihah [1]:6)
Pada suatu hadis, diibaratkan jalan kebenaran adalah suatu jalan yang memiliki garis lurus dan pada kedua tepi jalan itu ada tembok dengan pintu-pintu terbuka. Pada pintu-pintu itu ada tabir yang terurai. Tepat diatas gerbang jalan lurus itu ada penyeru yang berkata :”Wahai manusia, masuklah kalian ke jalan yang lurus itu dan jangan melenceng.” Sepanjang jalan lurus itu, ada penyeru diatasnya. Dan apabila ada yang ingin membuka pintu yang berjejer pada dinding di kedua sisinya, ia berkata “ Awas! Jangan buka pintu itu, jika kalian buka, kalian akan terperosok ke dalam.”
Dari hadis diatas ada 5 faktor penting yang disebutkan, yang pertama, jalan lurus yaitu Islam. Kedua, dua dinding yaitu batasan Allah. Ketiga, pintu-pintu yang berderet terbuka yaitu semua yang diharamkan Allah SWT. Keempat, penyeru diatas pintu gerbang yaitu Kitabullah. Dan, kelima, penyeru yang berada disepanjang jalan lurus itu, yaitu wa’izhullah- kata hati yang dibisikkan Allah.
Dari ayat dan hadis ini dapat diambil beberapa pelajaran.
1.    Mengingatkan kita untuk selalu berada di jalan yang lurus, yaitu jalan kebenaran.

2.    Kita diperintahkan berdoa untuk mendapatkan petunjuk (kesadaran, takwa, serta kesadaran bahwa Allah selalu ada mengawasi kita) dan untuk dapat mewujudkan nilai-nilai Islam sepanjang jalan lurus itu, sepanjang masa hidup kita.

3.    Dalam setiap kegiatan kita, seharusnya kita mengikuti kata hati kita,suara hati yang condong ke arah kebenaran, yaitu petunjuk yang diberikan Allah kepada setiap hamba-Nya.

4.    Membiasakan mendengarkan kata hati, membersihkan hati melalui pembiasaan dan pendisiplinan pada suatu perbuatan yang baik (riyadhah) dan berpikiran yang baik-baik (positif).

5.    Berusaha selalu belajar, menuntut ilmu dan banyak bertanya untuk mengasah kesadaran kita akan adanya petunjuk yang Allah telah tebarkan yaitu berupa hidayah dan ilham-Nya kepada manusia.


Dengan hal-hal diatas, diharapkan kita dapat mengetahui jalan mana yang berada dalam cahaya Allah, dan mana yang dalam kegelapan dan murka-Nya.

Sabtu, 02 Agustus 2014

METODE—METODE YANG DIGUNAKAN DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI MENGHAFAL AL-QURAN



 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Al-Quran merupakan kitab yang menjadi petunjuk dan pedoman utama bagi seluruh umat manusia yang beriman. Allah SWT telah mewahyukan kitab ini kepada Nabi Muhammmad SAW sebagai penuntun dan rujukan manusia dalam bersikap dan menjalani kehidupan.
Membaca dan mempelajari Al-quran merupakan suatu kebutuhan bagi manusia selain  sebagai salah satu perintah dari Allah SWT. Untuk memenuhi kebutuhannya ini, manusia dituntut untuk dapat membaca Al-Quran yang menggunakan bahasa Arab. Tidak jarang saat ini sudah banyak Al-Quran yang disertai dengan terjemahan untuk memudahkan pembaca untuk memahami makna dan kandungan di dalam Al-Quran.

Senin, 23 Juni 2014

THE JOURNEY OF “BAJU KOTOR”


Baju kotor numpuk, tugas sekolah juga ngantri buat diselesaikan, belum lagi tuntutan sebagai siswa yang memiliki banyak organisasi. Sebagian besar siswa pasti mengalami kesulitan buat membagi waktu antara urusan sekolah dan urusan pribadinya. Misalnya dalam hal mencuci pakaian.. Naah, untuk meringankan beban tersebut, diantara banyaknya kegiatan, salah satu kebiasaan dari anak  SMAN 10 Samarinda yang berasrama di Kampus Melati adalah menyetor baju kotornya ke Laundry PT. MBK (Melati Bumi Kaltim).
Ironisnya, banyak diantara kita sebagai siswa-siswa pengguna jasa laundry yang nggak tau proses dan asal mulanya baju kotor yang kita setor ke laundry itu bisa jadi bersih. Disini, kita mau bagi-bagi informasi nih gimana sih prosesnya dan latar belakang baju bersih itu bisa sampai ke tangan kita. :D Okay, disimak yaa..

Minggu, 22 Juni 2014

Bagaimana Prospek Kerja dari Lulusan Psikologi di Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN

                 Latar Belakang
Dalam kehidupan manusia pasti memiliki kebutuhan pokok, salah satu diantaranya adalah berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan orang lain. Dalam proses berkomunikasi tersebut, terdapat pilihan berupa sikap atau tindakan. Sikap ini dilahirkan dari karakter dan sudut pandang manusia itu sendiri. Latar belakang serta pengambilan keputusan yang menghasilkan sikap merupakan salah satu dari fokus yang dipelajari dalam ilmu Psikologi. Dengan kata lain, ilmu Psikologi itu selalu ada disetiap sisi kehidupan manusia.

Selasa, 31 Desember 2013

Tidur Efektif, Badan Sehat, Prestasi Dapat


“Kok masih lesu ya, perasaan udah tidur semaleman, tidur siang juga gak pernah ketinggalan. Tapi, dikelas kok gak semangat gini? Guru ngejelasin bukannya ngerti malah tambah ngantuk. Apa memang tubuhku yang gak bener ya?”

Rabu, 14 Agustus 2013

Kefanaan??

Dunia oh dunia
Fana parasmu mengundang sejuta harapan yang menggila
Ada ambisi, ego, mimpi, dan juga keputus asaan
Inikah yang kau mau kawan?
Meneriakkan propaganda semu berkedok kemakmuran
Memperbudak para penyembah dollar yang semakin membuta
Buta akan segalanya, bahkan saudara dan HATI nya
Apa memang kau sengaja dibuat Nya kawan?
Dibuat untuk jiwa pengemis materi, pemuja posisi, penabur ke"aku"an
Bisikkanlah sedikit simbol jawaban kawan
Morse peneduh dan penunjuk jalan
Semakin banyak jiwa yang haus akan raganya
Karena raga tak punya waktu untuk jiwa yang lapar akan kebaikan
Persetan dengan nurani
Masa bodoh dengan aturan
Liberalisme yang sudah mendarah daging pada raga yang kosong
Banyak manusia tanpa rasa manusiawi
Tak ada lagi keteduhan
Tak ada lagi kemanusiaan
Yang ada hanyalah keduniaan
Jatuh tersungkur adalah titik awal kesadaran
Disitulah sikon tempat kembalinya kejiwaan
Amnesia oleh regulasi-regulasi indah sang pemimpin
Dikala keinginan tak berbatas dengan kebutuhan
Hanya seonggok ranting kusam yang menjadi saksi
Saksi minoritas yang berbulir kerja keras diatas sajadah kehidupan
Karena memang dunia penuh dengan kefanaan menyilaukan



Kesadaran Dewa Lembut

Angan indah dilubuk penuh duri
Duri semu dunia yang nyata
Merasuk kesetiap jiwa mereka yang disebut remaja
Bayang kegelapan yang berkedok matahari
Seakan merongrong membakar ingatan tuannya
Membawa setiap raga penuh dosa kelubang yang membara
Ingatkah?
Ingatkah makhluk pecinta itu akan Tuhannya?
Terbang dan melayang bak kapas dengan angin tanpa ingatan
Haus dan semakin haus akan kesegaran fana kesetiaan
Dua Makhluk dan satu "terkutuk"
Menaburkan obat tidur disetiap jengkal pandangan
Menuntun ke arah pengharapan tak berbatas
Ringan.. dan semakin ringan..
Kemudian hanyut tenggelam
Ini rahasia antara dua dusta berpayung cinta
Indah memang..
Melahirkan berjuta alunan syair pembodohan
Mata itu. ya mata itu gapura persinggahan
Persinggahan berseri tanpa ujung
Hingga akhirnya jatuh tersungkur di palung penyesalan..