Minggu, 22 Juni 2014

Bagaimana Prospek Kerja dari Lulusan Psikologi di Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN

                 Latar Belakang
Dalam kehidupan manusia pasti memiliki kebutuhan pokok, salah satu diantaranya adalah berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan orang lain. Dalam proses berkomunikasi tersebut, terdapat pilihan berupa sikap atau tindakan. Sikap ini dilahirkan dari karakter dan sudut pandang manusia itu sendiri. Latar belakang serta pengambilan keputusan yang menghasilkan sikap merupakan salah satu dari fokus yang dipelajari dalam ilmu Psikologi. Dengan kata lain, ilmu Psikologi itu selalu ada disetiap sisi kehidupan manusia.

Psikologi tidak hanya mempelajari bagaimana manusia berperilaku, tetapi juga meneliti alur pemikiran serta alasan dibalik tindakan yang manusia lakukan. Mulai dari pemikiran persepsi, pengakuan kognitif, dan hubungan interpersonal, teori dan informasi psikologi seringkali digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam serangkaian aktivitas manusia yang luas.

Luasnya hal yang dapat dipelajari dari psikologi inilah yang menarik penulis untuk menjadi seorang Psikolog dan mencari tau “Bagaimana Prospek Kerja dari Lulusan Psikologi di Indonesia”. Selain untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia, penulis juga tertarik dalam hal-hal yang berhubungan dengan ilmu Psikologi. Ketertarikan terhadap ilmu yang dapat mengetahui kepribadian seseorang dan pembacaan karakter orang lain melalui tingkah laku, tulisan tangan, dan sebagainya juga menjadi pendorong penulis untuk bisa mempelajari ilmu ini. Khususnya dalam bidang motivasi dan penyadaran. Menurut penulis, untuk bisa memotivasi orang lain, harus disertai dengan kemampuan mengetahui cara berpikir orang lain. 

Selain itu, yang menjadi alasan penulis meneliti jurusan ini yaitu keadaan sekarang yang menggambarkan bahwa moral dan kesadaran untuk memiliki karakter yang baik dari kalangan pemuda dan anak-anak mengalami penurunan. Pada kenyataannya, anak-anak banyak yang berkata kasar dan kurang sopan dalam bersikap. Hal ini mendorong penulis untuk bisa mendirikan suatu yayasan pembinaan karakter terhadap anak-anak yang kurang beruntung. Sehingga, dapat mengisi kekosongan dalam hal pembinaan dan pembekalan yang seharusnya mereka dapatkan.

Walaupun, dari informasi yang penulis dapatkan, masalah mengenai peluang lulusan Psikologi dalam bersaing di dunia kerja juga menjadi hal yang sering diragukan oleh sebagian orang. Beberapa kasus menggambarkan bahwa luasnya ruang kerja dari lulusan psikologi mengakibatkan lapangan kerja (dalam konteks perusahaan) sering memberikan kategori dan keahlian khusus, diluar dari materi yang diajarkan di kursi pendidikan, untuk dapat bergabung di perusahaan tersebut. Hal inilah yang menyebabkan adanya kesenjangan antara lulusan dari dunia pendidikan dengan lapangan kerja yang dibutuhkan.

           1.2.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan beberapa masalah, diantaranya
1.    Apa saja yang dipelajari dalam dunia Psikologi?
2.    Apa saja pekerjaan yang berkorelasi dengan ilmu Psikologi?
3.    Bagaimana peluang kerja dari lulusan Psikologi di Indonesia?




BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Bidang yang Dipelajari dalam Ilmu Psikologi
           Psikologi dapat dikatakan ilmu tentang kejiwaan, merupakan serapan dari bahasa Latin “psychologia”. Ilmu ini pertama kali digunakan diakhir abad 15 sampai dengan awal abad 16 oleh Marlo Marulic. Saat ini, terdapat beragam teori yang dikembangkan di jurusan Psikologi, mulai dari fungsionalisme, psikoanalisa, dan kognitivisme, semuanya itu menjadi topik pada program sarjana dan pascasarjana.
Dalam bidang pendidikan dan jurusan Psikologi terdapat beberapa bidang peminatan yang bisa diambil atau ditempuh sesuai dengan pendalaman keilmuan yang ingin dikuasai. Terdapat lima bidang peminatan yang menjadi dasar bidang keilmuan dan jurusan Psikologi, diantaranya adalah
Dalam bidang keilmuan Psikologi Industri dan Organisasi, membahas tentang pengembangan manusia dan perilaku manusia dalam konteks industri organisasi, dan juga timbal balik antara individu dan organisasi tempatnya berkarya.
Dalam bidang keilmuan Psikologi Perkembangan, membahas tentang perkembangan manusia sepanjang masa kehidupannya, meliputi perkembangan psikologis manusia, psikologi perkembangan anak, psikologi remaja, psikologi keluarga dan membuat rancangan teoritis intervensi untuk mengoptimalkan perkembangan individu dalam kehidupan masyarakat.
Dalam bidang keilmuan Psikologi Klinis, membahas tentang proses analisis dan mendiagnosis gangguan perilaku yang terkait dengan aspek psikologis melalui berbagai pendekatan teori serta mengenal metode-metode pengaruhnya.
Ada perbedaan antara bidang keilmuan psikologi dengan bidang keilmuan psikiater, bahwa terdapat berbedaan diantara keduanya. Dalam kajian psikologi terutama dalam psikologi klinis, penanganan gangguan psikis dilakukan dengan pendekatan psikologis yang melibatkan peran individu dalam melakukan proses terapi sebagai bentuk intervensi. Sedangkan dalam psikiater diperbolehkan melakukan penanganan melalui obat-obatan.
Dalam bidang keilmuan Psikologi Pendidikan, membahas tentang bagaimana gambaran individu dalam konteks dunia pendidikan, persoalan pendidikan, kesulitan belajar dan proses belajar berdarkan teori, konsep dan hasi-hasil penelitian dalam psikologi baik pada level individual maupun dalam kaitannya dengan sistem masyarakat pada khususnya dan sistem global pada umumnya.
Dalam bidang kelimuan Psikologi Sosial, membahas tentang analisis dan membuat rancangan teoritis intervensi perilaku sosial sebagai proses interaksi individu dengan lingkungan sosialnya seperti gambaran manusia dalam konteks sosial dan kelompok.

2.2. Profesi yang Berhubungan dengan Ilmu Psikologi
               Dewasa ini, banyak orang yang meragukan kesempatan kerja dari seorang lulusan psikologi. Hal ini dipengaruhi tingkat pengetahuan tentang bidang psikologi itu sendiri. Orang yang menganggap lulusan psikologi akan kesulitan mencari kerja, adalah orang-orang yang belum mengetahui secara mendalam tentang hal yang dipelajari dalam pendidikan Ilmu Psikologi.
Bahkan tidak sedikit orang tua yang melarang anaknya untuk masuk dalam jurusan Psikologi ini. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi tentang jurusan psikologi serta peran psikologi dalam kehidupan nyata.
Seorang yang mendapat gelar Psikolog adalah orang yang yang lulu S1 Psikologi  kemudian melanjutkan S2 Magister Profesi Psikolog. Setelah lulus dari S2, calon Psikolog harus memiliki izin dari HIMPSI (Himpunan Psikolog Indonesia). Seorang yang telah mendapat gelar ini dapat membuka praktek konseling sendiri.
Selain itu, membuka praktek sendiri dengan menyediakan jasa konseling. Psikolog juga dapat bergabung di instansi-instansi tertentu, diantaranya
·                     Psikolog Klinis dapat bergabung di rumah sakit atau puskesmas. Maka biasanya, yang ia akan menangani orang2 yang stress, depresi, ingin curhat, dan lain-lain.
·                     Psikolog bidang Industri, bisa jadi HRD. Tugasnya seperti, merekrut dan menseleksi karyawan baru, mengembangakan SDM karyawan / pimpinan/ organisasi / perusahaan. Bisa jadi motivator, trainer, konsultan di pemerintahan, Rumah Sakit, Unviersitas, dan lainnya.
·                     Psikolog Sosial dapat bergabung di bidang LSM-LSM, partai politik, Anggota DPR, dan lainnya.
·                     Psikolog Pendidikan bisa jadi guru besar/dosen, konsultan Mendiknas, konsultas Diknas, guru BK (Bimbingan Konseling).
·                     Psikolog Perkembangan dapat menjadi Psikolog anak, remaja, atau lansia. Ia bisa berdiri sendiri, mendirikan biro, jadi seorang psikolog. Atau gabung di biro-biro konsultasi. Jadi ia bisa jadi konsultas juga, atau jadi guru besar atau dosen atau jadi HRD perusahaan.



2.3. Keadaan Peluang Kerja Lulusan Psikologi di Indonesia
        Dalam bidang pendidikan dan jurusan psikologi, para lulusan psikologi dapat memiliki peluang kerja yang besar seperti berikut ini:
1.    Psikolog atau konsultan di biro pelayanan jasa psikologi manajemen dan organisasi.
2.    Staf dan manajer di bagian pengembangan sumber daya manusia (SDM) pada berbagai perusahaan dan organisasi.
3.    Psikolog/asisten psikolog di Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Jiwa.
4.    Psikolog atau asisten psikolog di lembaga-lembaga pendidikan.
5.    Psikolog atau asisten psikolog di Lembaga lembaga pemerintahan.
6.    Wirausahawan pada jasa pelayanan psikologi, manajemen dan organisasi.
7.    Tim kreatif di Biro-birdvertising.
Dalam mencari pekerjaan d Indonesia, lulusan Psikologi tidak terlalu mengalami kesulitan. Hal ini dikarenakan, ilmu Psikologi yang universal dan bersentuhan langsung dengan obyek yaitu manusia. Akan tetapi, pada kenyataannya, terkadang ruang kerja bagi lulusan psikologi seringkali berbenturan dengan lulusan dari jurusan lain.
Pada bidang kerja HRD (Human Resource Development), biasanya perusahaan menetapkan beberapa kualifikasi yang mendukung pekerjaan tersebut. HRD di perusahaan tersebut tentu sudah menetapkan persyaratan tertentu bagi calon pegawai, seperti mengadakan training need analysist terhadap perusahaan/karyawan perusahaan, merekrut, memberikan tes psikologi dan mewawancarai para calon pelamar, melakukan analisa jabatan dan sebagainya. Tetapi, pada kenyataannya, banyak perusahaan menetapkan prasyarat atau standarisasi yang seakan-akan dipaksakan.
Misalnya dalam konteks klinis, perusahaan menetapkan standar berupa keharusan pelamar kerja dapat mehami “hukum atau pasal-pasal”, harus mengerjakan tugas tententu, serta harus memiliki kemampuan administrasi. Yang sebernarnya, urusan administrasi tersebut adalah bidang yang berprofesi sebagai sekretaris. Akibatnya, dilapanganpun mereka yang lulusan psikolog "terpaksa" harus berebut kursi HRD dengan lulusan sekretaris tadi. Dan banyak kasus yang menyebabkan lulusan psikologi kalah saing dengan lulusan lain, hanya karena spesifikasi dan deskripsi pekerjaan yang tidak fokus atau terlalu mengada-ada itu.
Oleh sebab itu, seperti edukasi akan peran tenaga psikologi masih butuh perbaikan. Persyaratan kualifikasi pekerjaan khususnya di bidang yang seharusnya memang diduduki oleh disiplin ilmu psikologi masih belum merata bahkan seolah “kurang”. Padahal, jika saja itu diposisikan dengan bijak, mungkin saat ini hingga seterusnya, rasio  profesi psikolog/konselor dengan sarana yang ada bisa sesuai dengan standar WHO.



BAB III
PENUTUP
3.1.        Kesimpulan
Psikologi adalah ilmu tentang kejiwaan yang mempelajari bagaimana manusia berperilaku. Ilmu Psikologi adalah ilmu yang universal karena disetiap sisi kehidupan manusia terdapat penerapan dari psikologi. Hal ini mengakibatkan bidang yang dapat ditekuni atau pekerjaan yang berkorelasi dengan ilmu psikologi juga luas. Oleh sebab itu, dalam dunia kerja lulusan psikologi memiliki peluang yang cukup besar. Tetapi, pada kenyataannya, banyak lapangan kerja yang berlatar belakang psikologi menetapkan standar tertentu diluar bidang yang dipelajari dalam dunia psikologi. Akibatnya, lulusan psikologi banyak yang kalah saing dengan lulusan lain dan akhirnya berkerja diluar bidangnya.

3.2.        Saran
Jurusan psikologi merupakan salah satu jurusan yang menjadi pilihan bagi sebagian orang. Tetapi yang menjadi pertimbangan dalam memilih jurusan ini adalah peluang kerja yang menuntut untuk memiliki kemampuan yang professional dan mampu bersaing dengan jurusan lain. Oleh karena itu, apabila ingin memilih jurusan ini diperlukan semangat dan niat yang kuat, sehingga proses belajar dalam mencapai tujuan pada pendidikan dunia psikologi dapat tercapai serta memenuhi kebutuhan akan tenaga ahli dalama bidang psikologi di Indonesia.




BAB IV
DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar